Penyebab Dan Gejala Stroke

Cerebrovascular accident, CVA atau biasa disebut sebagai stroke adalah suatu kondisi yang terjadi karena aliran darah dan oksigen ke otak berkurang yang disebabkan karena terjadi penyumbatan dan penyempitan yang disebabkan oleh emboli, sehingga pasokan darah yang menuju ke otak menjadi terganggu secara mendadak.

Kurangnya aliran darah yang menuju ke dalam jaringan otak menyebabkan serangkaian reaksi biokimia yang dapat merusak dan bahkan dapat mematikan sel-sel saraf pada otak.

Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi otak untuk mengendalikan anggota tubuh yang lain sehingga terjadi kelumpuhan.

Stroke adalah penyebab kematian nomor tiga di banyak negara seperti Amerika Serikat, dan juga banyak negara di benua Eropa.

Bila pasien masih dapat diselamatkan, terkadang pasien akan mengalami kelumpuhan pada anggota tubuhnya, hilangnya kemampuan bicara dan bahkan juga kehilangan sebagian ingatannya.

Beberapa tahun belakangan ini semakin populer istilah serangan otak. Istilah ini sebenarnya adalah persamaan dengan istilah yang sudah sangat dikenal secara luas yaitu, “serangan jantung”

Ada banyak faktor-faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit stroke. Di Amerika ada 15.000 orang yang berusia 30 sampai 44 tahun terserang stroke setiap tahunnya.

stroke-patient1

Sebab-sebab utama munculnya serangan stroke adalah :
Resiko medis yaitu berupa penyakit-penyakit yang beresiko munculnya stroke seperti : Tekanan darah tinggi (Hipertensi), Kolesterol, Pengerasan pembuluh darah (Arteriosklerosis), Gangguan jantung, Diabetes, memiliki riwayat penyakit stroke dalam keluarga.
Resiko perilaku, yaitu gaya hidup dan pola makan yang mengandung resiko seperti : Perokok, Makanan yang tidak sehat (fast food, junk food), Kurang olahraga, Alkohol, Obesitas, Narkoba, Kontrasepsi secara oral, Mendengkur.
3.80% penyebab stroke adalah arteriosklerosis serta hipertensi. Menurut dara statistik 93% pengidap penyakit trombosis ada kaitannya dengan penyakit hipertensi.
Faktor penyebab stroke yang mendasar adalah suasana hati yang tidak nyaman atau cepat marah, terlalu banyak minum minuman beralkohol, dan gemar mengkonsumsi makanan yang kaya lemak.

Gejala stroke terbagi lagi menjadi beberapa bagian berdasarkan dengan lokasi pada tubuh pengidap stroke menjadi berikut :

Berdasarkan lokasinya di tubuh, gejala-gejala stroke terbagi menjadi berikut:
Pada bagian sistem saraf pusat : Hemiplegia (kelemahan otot), kaku, turunnya fungsi sensorik.
Pada batang otak, dimana terdapat 12 saraf kranial : penurunan kemampuan membau, mengecap, mendengar, serta melihat secara keseluruhan, penurunan refleks, ekspresi wajah terganggu, detak jantung dan pernafasan terganggu, lemah pada lidah.
Pada bagian otak besar (Cerebral cortex) : terjadi gangguang fungsi bicara (aphasia), hilangnya kemampuan bergerak (apraxia, menurunnya daya ingat, ketidakmampuan untuk memproses dan merasakan rangsakan pada satu sisi tubuh (hemineglect), dan kebingungan.

Jika gejala dan tanda-tanda tersebut hilang dalam waktu 24 jam, maka dinyatakan sebagai serangan awal atau serangan kecil stroke atau biasa disebut Transient Ischemic Attack atau TIA.

rokok
Bila anda belum dan tidak ingin menjadi korban selanjutnya, maka mulai sekarang anda harus melakukan tindakan-tindakan pencegahan untuk mengurangi resiko stroke seperti di bawah ini :
Memeriksa tekanan darah secara rutin. Dengan cara itu dapat mengurangi resiko stroke sekitar 40 %. Bila lebih dari 140/90, berarti anda menderita tekanan darah tinggi. Usahakan untuk menurunkannya.
Jauhi tembakau. Dengan menjauhi tembakau dapat mengurangi resiko stroke hingga 33%. Tidak ada kata hanya sedikit, harus berhenti sama sekali.
Memeriksa leher anda. Minta bantuan dokter untuk mendengar bunyi mendesing pada leher anda. Hal ini penting sekali untuk mengetahui apakah anda mengalami arteriosklerosis atau tidak.
Tetap berolahraga. Pada mereka yang mulai latihan pada usia antara 25 hingga 40, resiko terserang stroke menjadi berkurang sekitar 57%. Sedangkan yang mulai latihan pada umur 40 hingga 55 tahun, memiliki kesempatan terhindar dari stroke sekitar 37%.
Perbanyak sayur dan buah. Masih terlalu dini menyebut beta-karoten dapat mencegah stroke. Tapi konsumsi sayur dan buah lebih banyak setiap harinya akan sangat baik.
Mengkonsumsi makanan yang kaya akan Potasium setiap hari, dapat mengurangi resiko terserang stroke 40%. Kentang merupakan sumber potasium yang bagus, selain alpukat, pisang, kedelai, tomat, dan ikan salmon.
Kenali kandungan dalam aspirin. Aspirin sering dikatakan dapat membantu pencegahan stroke. Namun, jika anda tidak memiliki resiko stroke, dampaknya bisa tidak baik bagi anda. Maka konsultasikan pada dokter.
Mengurangi lemak. Apa yang baik bagi jantung, baik pula bagi otak anda. Dengan menjaga kadar kolestrol berarti akan menghambat stroke dan arteriosklerosis. Makanlah lemak tidak lebih dari 25% kebutuhan kalori per hari.
Hindari alkohol sebisa mungkin. Meskipun ada penelitian yang penyatakan bahwa asupan alkohol dalam jumlah tertentu bisa mencegah serangan jantung dan stroke, tapi itu tidak pernah dijelaskan berapa ukuran minum seceukupnya itu.

 

2 thoughts on “Penyebab Dan Gejala Stroke

  1. Pingback: Pencegahan Hipertensi | Terapi Juice Herbal untuk Pengobatan

  2. Pingback: Hipertensi | Terapi Juice Herbal untuk Pengobatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s