Stadium Dan Diagnosa Kanker Payudara

Stadium Kanker Payudara

Stadium adalah proses penggambaran atau mencari tahu letak kanker, penyebaran kanker, dan sampai sejauh mana kanker tersebut pada saat ditemukan. Untuk menentukan pilihan pengobatan biasanya harus melewati stadium kanker terlebih dahulu.

Stadium kanker didasarkan pada sifat kanker apakah kanker bersifat  invasif atau non-invasif, ukuran dari tumor, berapa banyak kelenjar getah bening yang terlibat, dan apakah kanker sudah  menyebar ke bagian tubuh yang lain.

STADIUM 0 :

Pada stadium ini tumor disebut dengan Non Invasive Cancer atau Ductal Carsinoma In Situ. Yaitu kanker tidak menyebar keluar dari saluran atau pembuluh payudara serta kelenjar-kelenjar (lobules) susu pada payudara.

STADIUM I :

Pada stadium ini ukuran tumor masih sangat kecil serta tidak menyebar dan tidak terdapat titik pada pembuluh getah bening

STADIUM II A :

Pasien yang sudah masuk stadium ini :

  • Diameter tumor sama dengan 2 cm atau lebih kecil dan telah ditemukan pada titik-titik pada saluran getah bening di ketiak ( axillary limph nodes )
  • Diameter tumor lebih lebar dari 2 cm namun tidak sampai melebihi 5 cm. Belum menyebar hingga ke titik-titik pembuluh getah bening pada ketiak (axillary limph nodes).
  • Ditemukan pada titik-titik di pembuluh getah bening ketiak namun tidak ada tanda-tanda tumor pada payudara.

STADIUM II B :

Pasien pada kondisi ini :

  • Diameter tumor lebih lebar dari 2 cm tapi tidak melebihi 5 cm.
  • Telah menyebar pada titik-titik di pembuluh getah bening ketiak.
  • Diameter tumor lebih lebar dari 5 cm tapi belum menyebar.

STADIUM III A :

Pasien pada kondisi ini :

  • Tumor telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening ketiak dengan diameter lebih kecil dari 5 cm.
  • Tumor telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening ketiak dengan diameter lebih besar dari 5 cm.

STADIUM III B :

Pada stadium ini tumor sudah menyebar hingga dinding dada serta menyebabkan pembengkakan atau menimbulkan luka bernanah pada bagian payudara (didiagnosis sebagai Inflammatory Breast Cancer).

Kemungkinan tumor masih belum atau sudah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening pada lengan atas dan pada ketiak, namun belum menyebar ke bagian organ tubuh yang lain.

STADIUM III C :

Pada stadium ini tumor masih seperti stadium III B, namun tumor sudah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening dalam group N3 (Kanker telah menyebar lebih dari 10 titik disaluran getah bening dibawah tulang selangka).

STADIUM IV :

Ukuran tumor bisa bervariasi, namun sudah menyebar ke lokasi yang jauh, misalnya paru-paru, tulang, tulang rusuk serta liver.


diagnosa-kanker-payudara-300x200

Diagnosa Kanker Payudara

Dokter akan menggunakan berbagai metode untuk mendiagnosa kanker payudara pada pasien dan untuk menentukan apakah kanker sudah bermetastasis ke organ lain.

Beberapa tes juga bermanfaat untuk menentukan metode pengobatan yang paling efektif untuk mengobati pasien.

Sebagian besar dari type kanker, biopsi (mengambil sedikit jaringan , untuk diteliti dibawah mikroskop, yang dilakukan oleh ahli patologi) merupakan jalan satu-satunya untuk menentukan dengan hasil yang akurat untuk mendiagnosis kanker.

Jika metode ini tidak mungkin dilakukan maka dokter akan mempertimbangkan untuk melakukan tes lain untuk membantu diagnosa.

Test Imaging juga bisa digunakan untuk menemukan apakah kanker sudah bermetastasis ke organ lain..

Biasanya pada saat akan memutuskan melakukan test diagnostic dokter akan mempertimbangkan faktor-faktor dibawah ini :

  • Usia dan kondisi medis pasien
  • Jenis kanker
  • Beratnya gejala
  • Hasil test yang dilakukan sebelumnya

Test diagnosa kanker payudara biasanya akan dimulai jika dokter menemukan suatu massa atau pengerasan yang tidak normal dari pasien (suatu titik kecil dari kalsium, biasanya dilihat pada saat X-ray), pada screening mammogram.

Atau bisa dimulai ketika ada suatu yang abnormal pada payudara wanita saat dilakukan pemeriksaan klinis atau pemeriksaan sendiri.

Berikut ini adalah tes yang dilakukan untuk mendiagnosa kanker payudara yaitu :

Tes Imaging Kanker Payudara

Mammografi

Mammografi merupakan tes yang dilakukan untuk memeriksa payudara dengan menggunakan sinar X untuk mengetahui adanya kelainan pada payudara dalam bentuk yang sangat kecil yaitu mikrokalsifikasi.

Mikrokalsifikasi sendiri adalah deposit-deposit kecil kalsium pada jaringan payudara dan terlihat sebagai titik-titik kecil putih pada sekitar jaringan payudara.

Mikrokalsifikasi yang dicurigai sebagai tanda kanker adalah titik-titik yang sangat kecil dan berkumpul dalam cluster (suatu kelompok).

Tes ini dilakukan dengan menggunakan mesin mammografi dimana payudara pasien akan ditekan oleh dua plat untuk meratakan serta menyebarkan jaringan.

Mungkin pasien akan merasa kurang nyaman pada saat melakukan tes ini, namun tetap saja tes ini harus dilakukan untuk menghasilkan gambar mammogram yang bisa dibaca dengan baik.

Payudara pasien akan ditekan selama beberapa detik dimana seluruh prosedur dari tes mammografi untuk satu payudara adalah sekitar 20 menit.

Hasil dari mammografi akan ditunjukkan dengan film yang bisa diinterpretasi oleh dokter ahli radiologi atau dokter bedah.

Massa yang terlihat pada mammogram bisa disebabkan oleh kanker ataupun bukan kanker, namun untuk memastikan penyebabnya biasanya dilakukan akan biopsi. Massa yang terlihat bisa berupa kistik (berongga dan berisi cairan) ataupun massa padat.

Tes ini bisa mendeteksi kanker payudara dengan keakuratan hingga mencapai 90%. Untuk wanita yang sudah berusia 40 tahun lebih sebaiknya menjalani pemeriksaan mammografi setidaknya dalam setahun sekali meski mereka dalam kondisi sehat.

USG (Ultrasound) Payudara

Tes ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara dengan frekuensi yang tinggi dan diambil oleh komputer untuk mendapatkan gambaran jaringan pada payudara pada layar komputer.

Ada kalanya tes ini dilakukan bersamaan dengan mammografi. Tes ini bisa membantu membedakan antara massa padat dan kista pada payudara.

Gelombang suara yang tinggi dalam tes ini bisa membedakan suatu massa yang solid yang kemungkinan kanker, dan kista yang berisi cairan yang kemungkinannya bukan termasuk kanker.

Ductogram (Galactogram)

Ductogram merupakan sejenis X-ray khusus yang terkadang digunakan untuk menemukan penyebab dari keluarnya cairan yang berasal dari puting.

Tes ini menggunakan sebuah tabung plastik yang sangat tipis yang ditaruh pada pembukaan duktus di puting. Setelah itu bahan pewarna akan disuntikkan untuk melihat tampilan duktus pada gambar X-ray.

Tes ini bisa membantu mendeteksi adanya tumor dalam saluran. Biasanya cairan juga akan diteliti untuk mengamati apakah ada kemungkinan adanya sel-sel kanker.

Diagnostic Mammography

Hampir sama dengan skrining mammography, namun pada tes ini akan mendapatkan lebih banyak gambar yang bisa diambil.

Biasanya Diagnostic Mammography digunakan pada wanita yang memiliki gejala kanker payudara, misalnya ada benjolan baru atau puting payudara mengeluarkan suatu cairan.

Tes ini juga bisa digunakan jika ada sesuatu yang terlihat mencurigakan pada saat dilakukan screening mammogram.

Selain itu Diagnostic Mammography juga bisa digunakan untuk menemukan lesi berukuran sangat kecil hingga 2 mm, yang tidak terdeteksi dalam pemeriksaan klinis.

MRI (Magnetic Resonance Imaging)

MRI tidak menggunakan X-ray, akan tetapi menggunakan magnetic untuk menghasilkan gambaran (images) dari tubuh dengan detail.

Magnetic Resonance Imaging bisa digunakan pada seorang wanita yang sudah didiagnosa memiliki kanker, namun hal ini masih belum mutlak karena bisa saja hanya untuk screening.

Menurut ACS (American Cancer Society), wanita yang memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena kanker payudara, misalnya pada wanita dengan mutasi gen BRCA atau memiliki riwayat keluarga yang pernah terkena kanker payudara, sebaiknya juga melakukan tes ini yang dilakukan bersamaan dengan mammography.

Biasanya tes MRI lebih baik jika digunakan untuk melihat suatu kumpulan massa yang kecil pada payudara yang pada saat melakukan mammogram atau USG mungkin tidak terlihat terutama untuk wanita yang memiliki jaringan payudara yang padat.

Meski demikian tes ini juga memiliki kelemahan dimana pada saat melakukan tes ini ada kalanya jaringan padat yang terlihat bukanlah kanker.

Selain itu ada kalanya MRI juga tidak bisa menunjukkan bahwa jaringan yang padat tersebut sebagai in situ breast cancer, sehingga harus dilakukan biopsy untuk memastikannya.

Biopsi

Biopsi dilakukan jika tes yang lainnya menunjukkan indikasi yang kuat bahwa seorang wanita terkena kanker payudara.

Biopsi sendiri memiliki beberapa jenis yaitu :

Fine needle aspiration biopsy (Biopsi aspirasi jarum halus)

Jaringan atau cairan dikeluarkan dari benjolan melalui jarum halus lalu diteliti dibawah mikroskop oleh ahli patologi.

Jika dokter masih belum yakin atau biopsi masih belum bisa memberikan hasil yang akurat maka kemungkinan akan dilakukan biopsi atau beberapa jenis biopsi lain.


Core Needle Biopsy (Biopsi jarum inti)

Jarum yang digunakan dalam tes Core Needle Biopsy lebih besar jika dibandingkan dengan biopsi jarum halus.

Biopsi ini digunakan untuk mengangkat 1 jaringan inti atau lebih. Biopsi ini dilakukan dengan anestesi lokal pada pasien.

Langkah ini dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Biopsi ini tidak membutuhkan jahitan serta hanya ada sedikit jaringan parut. Metode ini biasanya mengangkat lebih banyak jaringan dari biopsi jarum inti.


Open biopsy (Bedah biopsy)

Ada kalanya untuk mengangkat sebagian atau semua bagian dari bejolan diperlukan operasi supaya bisa terlihat melalui mikroskop.

Seluruh massa serta beberapa jaringan normal di sekitarnya bisa diambil keluar. Hal ini bisa dilakukan sambil rawat jalan dan menggunakan anestesi lokal.

Setelah itu jaringan yang sudah diangkat melalui biopsi akan diperiksa oleh ahli patologi di laboratorium untuk melihat apakah kanker bersifat jinak atau bukan kanker.

Kalau bukan termasuk kanker maka tidak memerlukan tindakan lebih lanjut. Namun jika termasuk kanker maka biopsi bisa dilakukan untuk mengetahui jenbis kanker serta menunjukkan apakah termasuk kanker invasive atau non-invasive.

Grade Kanker Payudara

Jika kanker, sampel biopsi juga akan diberikan grade atau penilaian antara 1-3. Kanker yang lebih terlihat seperti jaringan payudara normal cenderung tumbuh dan menyebar lebih lambat.

Sebagai aturan, grade yang lebih rendah berarti kanker lebih lambat bertumbuh, sementara grade yang lebih tinggi berarti kanker lebih cepat berkembang.

Grade membantu prognosis (memprediksi hasil) untuk wanita tersebut. Grade tumor merupakan salah satu faktor yang nantinya dipertimbangkan untuk perawatan/treatment pasca operasi.

Status Hormon Reseptor

Reseptor merupakan protein pada permukaan luar sel yang bisa melekat pada hormon dalam darah.

Estrogen dan progesteron adalah hormon yang sering melekat ke reseptor beberapa sel kanker payudara sebagai bahan bakar bagi pertumbuhan mereka.

Sample biopsi dapat diuji untuk melihat apakah sel-sel kanker memiliki reseptor untuk estrogen dan/atau progesteron. Jika tidak, sering disebut sebagai ER-positif.

Ini berarti kanker tersebut cenderung memiliki prognosis/hasil lebih baik dan mereka jauh lebih mungkin berespons terhadap terapi hormon. Sekitar 2 dari 3 kanker payudara memiliki setidaknya salah satu reseptor.

Status HER2/neu

Sekitar 1 dari 5 kanker payudara memiliki terlalu banyak protein yang disebut HER2/neu. Tumor dengan adanya peningkatan HER-2/neu disebut “HER2-positif.” Kanker ini cenderung tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada kanker payudara lainnya.

Pengujian HER2/neu harus dilakukan pada semua wanita yang baru ter-diagnosa kanker payudara. Kanker dengan HER2-positif dapat diobati dengan obat-obatan target terapi, seperti trastuzumab (Herceptin ®) dan lapatinib (Tykerb ®).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s